Venezia kembali menginjakkan kaki di Serie A setelah hanya satu musim menjalani kompetisi di kasta kedua Italia. Gli Arancioneroverdi berhasil menjuarai Serie B 2025/2026 dan kini menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Bagi klub yang dalam beberapa tahun terakhir akrab dengan promosi dan degradasi, musim 2026/2027 bukan sekadar kesempatan untuk tampil di panggung tertinggi Italia. Venezia ingin membuktikan bahwa mereka mampu bertahan dan menghentikan status sebagai tim yang hanya naik untuk kemudian kembali turun.
Perjalanan tersebut tentu tidak mudah. Venezia menjadi salah satu klub promosi yang diperkirakan harus berjuang keras untuk menghindari zona degradasi. Namun, aktivitas mereka di bursa transfer musim panas menunjukkan ambisi yang berbeda. Dalam pantauan SBOTOP, klub bergerak cukup agresif untuk memperkuat sejumlah sektor, sementara pelatih Giovanni Stroppa memiliki tugas besar untuk mengubah tim juara Serie B menjadi kesebelasan yang mampu bersaing dengan klub-klub mapan di Serie A.
Start Lambat yang Berujung pada Gelar Serie B
Perjalanan Venezia menuju Serie A tidak dimulai dengan cara yang meyakinkan. Dalam sembilan pertandingan pertama Serie B musim 2025/2026, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan, ditambah tiga hasil imbang dan tiga kekalahan. Situasi tersebut membuat Venezia belum terlihat sebagai kandidat kuat untuk promosi pada awal musim.
Perubahan besar terjadi setelah kekalahan 1-2 dari Catanzaro pada awal November. Sejak pertandingan tersebut, Venezia tampil jauh lebih konsisten. Mereka hanya mengalami satu kekalahan dalam rangkaian pertandingan berikutnya, yaitu saat menghadapi Modena dengan skor 0-2. Konsistensi itu menjadi modal penting ketika persaingan menuju tiket Serie A semakin ketat.
Kepastian promosi datang pada pertandingan kedua terakhir melawan Spezia. Venezia sebenarnya hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan posisi mereka, dan target tersebut berhasil dicapai. John Yeboah dan Richie Sagrado sempat membawa Venezia unggul dua gol setelah memanfaatkan situasi ketika Spezia harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Namun, kemenangan yang sudah berada di depan mata akhirnya berubah menjadi hasil imbang. Mattia Valoti dan Gabriele Artistico mencetak dua gol pada fase akhir pertandingan untuk menyelamatkan Spezia dari kekalahan. Meski gagal mempertahankan keunggulan, satu poin tersebut sudah cukup bagi Venezia untuk memastikan promosi.
Pada akhirnya, Venezia menutup musim sebagai juara Serie B dengan keunggulan satu poin atas Frosinone. Yang lebih penting, mereka memiliki jarak empat poin yang tidak mungkin dikejar Monza menjelang pertandingan terakhir. Frosinone akhirnya finis di posisi kedua, sedangkan Monza memperoleh tiket terakhir ke Serie A melalui babak play-off.
Statistik yang Menunjukkan Kekuatan Venezia
Gelar Serie B bukanlah hasil kebetulan. Venezia memiliki kombinasi serangan dan pertahanan yang sangat kuat sepanjang musim. Mereka mencetak 77 gol dan hanya kebobolan 31 kali dari seluruh pertandingan liga. Selisih gol +46 menjadi salah satu indikator utama mengapa Venezia mampu memenangkan persaingan di papan atas.
Produktivitas tersebut juga memperlihatkan bahwa Venezia tidak hanya mengandalkan pertahanan untuk mendapatkan hasil. Mereka mempunyai beberapa pemain yang mampu memberikan kontribusi di lini depan.
Andrea Adorante menjadi salah satu sosok penting. Penyerang berusia 26 tahun itu mencetak 17 gol dan finis sebagai pencetak gol terbanyak kedua di Serie B. Performa tersebut menjadi alasan besar mengapa keberadaannya sangat penting untuk musim baru. Tantangan berikutnya adalah melihat apakah produktivitasnya dapat diterjemahkan ke level Serie A yang memiliki kualitas bek jauh lebih tinggi.
John Yeboah, Antoine Hainaut, dan Ridgeciano Haps juga memberikan kontribusi penting dengan total 20 gol di antara mereka. Venezia membutuhkan produktivitas kolektif seperti itu karena mempertahankan ketajaman di Serie A akan jauh lebih sulit dibandingkan ketika menghadapi pertahanan klub-klub Serie B.
Gianluca Busio Jadi Penggerak di Tengah
Di lini tengah, Gianluca Busio menjadi salah satu pemain yang diperkirakan mempunyai peran sentral. Pemain internasional Amerika Serikat tersebut tampil dalam 37 pertandingan Serie B musim lalu, mencetak tujuh gol dan menghasilkan tiga assist.
Busio bukan hanya penting karena kemampuan teknisnya. Konsistensi membuatnya dipercaya mengenakan ban kapten Venezia untuk musim 2026-27. Tanggung jawab tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan Stroppa terhadap pemain berusia 24 tahun itu.
Namun, Busio juga perlu meningkatkan aspek kedisiplinan. Ia mengoleksi delapan kartu kuning sepanjang musim sebelumnya. Di Serie A, pertandingan berjalan lebih cepat dan tekanan terhadap lini tengah biasanya lebih besar. Kemampuan Busio menjaga keseimbangan antara agresivitas dan kontrol permainan akan menjadi salah satu faktor yang menentukan.
Di sektor pertahanan, Bartol Franjic menjadi pemain penting bersama Joel Schingtienne, Marin Sverko, dan Ridgeciano Haps. Franjic bergabung dari VfL Wolfsburg dengan status pinjaman yang disertai kewajiban pembelian bersyarat. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan stabilitas ketika Venezia menghadapi tekanan dari klub-klub dengan kualitas penyerang yang lebih tinggi.
Venezia Bergerak Agresif di Bursa Transfer
Salah satu hal menarik dari Venezia musim panas ini adalah aktivitas mereka di bursa transfer. Klub tidak sekadar mempertahankan kerangka tim promosi, tetapi juga melakukan perubahan cukup besar demi meningkatkan kedalaman skuad.
Beberapa pemain telah dilepas, termasuk Issa Doumbia dan Michael Svoboda yang melanjutkan karier ke Sporting dan Brighton. Sementara itu, Venezia mendatangkan sejumlah nama yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas tim.
Armel Bella-Kotchap, Toma Basic, Thierry Correia, dan Akor Adams menjadi beberapa rekrutan yang menarik perhatian. Kehadiran Adams sangat menarik karena sang penyerang dinilai sebagai salah satu pemain yang kurang mendapatkan sorotan meskipun tampil cukup menjanjikan di La Liga musim sebelumnya.
Strategi tersebut memperlihatkan bahwa Venezia memahami perbedaan besar antara Serie B dan Serie A. Skuad yang cukup untuk mendominasi kasta kedua belum tentu mampu bersaing di level tertinggi. Karena itu, penambahan pengalaman dan kualitas individu menjadi kebutuhan penting.
Ancaman Terbesar Ada pada Rekor Masa Lalu
Masalah terbesar Venezia bukan hanya kualitas lawan, tetapi sejarah mereka sendiri. Sejak kembali bangkit setelah mengalami kebangkrutan pada 2015, Venezia sudah beberapa kali mendapatkan kesempatan tampil di Serie A. Sayangnya, mereka selalu kesulitan mempertahankan status tersebut.
Pada musim 2021/2022, Venezia langsung terdegradasi. Situasi serupa kembali terjadi pada musim 2024/2025. Saat itu, mereka hanya mampu mengumpulkan 29 poin dan mengakhiri kompetisi di posisi ke-19.
Produktivitas menjadi persoalan serius dalam kampanye tersebut. Venezia hanya mencetak 32 gol dan memiliki salah satu lini serang terburuk di liga. Di sisi pertahanan, mereka juga kebobolan 56 gol. Kombinasi serangan yang tumpul dan pertahanan yang rapuh membuat mereka kesulitan keluar dari zona merah.
Karena itu, musim 2026/2027 harus menjadi proyek yang berbeda. Venezia tidak boleh mengulangi kesalahan dengan berharap fondasi dari Serie B secara otomatis cukup untuk menghadapi Serie A.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



