Mencari aksi seru lainnya?

SBOTOP memiliki banyak hal untuk Anda

Kunjungi www.sbotop.com
untuk melihat game menarik dan penawaran eksklusif

Untuk informasi lebih lanjut:
Email kami di [email protected]

KUNJUNGI SEKARANG

Akankah Tottenham Hotspur Bangkit Bersama Roberto De Zerbi di Premier League?

Tottenham Hotspur memasuki musim 2026/2027 dengan membawa harapan baru setelah melewati dua musim yang penuh kekecewaan. Klub asal London Utara itu sempat menjadi sorotan karena nyaris terdegradasi dalam dua musim berturut-turut, sebuah situasi yang sulit diterima bagi tim dengan kekuatan finansial besar dan ambisi untuk bersaing di papan atas Premier League.

Kini, kehadiran Roberto De Zerbi di kursi pelatih menghadirkan optimisme baru. Didukung aktivitas transfer yang agresif dan perombakan skuad di berbagai lini, Spurs berharap dapat mengakhiri periode suram sekaligus kembali menjadi kekuatan yang disegani di kompetisi domestik dan SBOTOP akan mengulasnya.

 

Dua Musim yang Mengguncang Identitas Tottenham Hotspur

Dalam beberapa tahun terakhir, Tottenham Hotspur dikenal sebagai salah satu klub yang konsisten bersaing di papan atas Premier League dan rutin tampil di kompetisi Eropa. Namun, kenyataan berubah drastis ketika mereka menutup musim 2024/2025 di peringkat ke-17 klasemen. Posisi tersebut sebenarnya sedikit tertutupi oleh keberhasilan mereka menjuarai Liga Europa setelah mengalahkan Manchester United di partai final.

Sayangnya, keberhasilan itu tidak mampu menjadi fondasi kebangkitan. Pada musim berikutnya, Tottenham Hotspur kembali mengalami penurunan performa yang mengkhawatirkan. Mereka lagi-lagi finis di posisi ke-17 dan hanya berhasil menghindari zona degradasi berkat kemenangan tipis 1-0 atas Everton pada pekan terakhir. Hasil tersebut membuat mereka unggul tipis dari West Ham United yang hampir menyeret Spurs ke Championship.

Situasi ini menjadi alarm besar bagi manajemen klub. Sebuah tim dengan kualitas pemain yang mumpuni, fasilitas modern, serta dukungan finansial kuat seharusnya mampu bersaing di papan atas, bukan sekadar berjuang menghindari degradasi.

 

Pergantian Pelatih yang Membuat Tim Kehilangan Arah

Roberto De Zerbi pimpin salah satu klub besar Premier League
Roberto De Zerbi berkarir Premier League

Salah satu penyebab utama keterpurukan Tottenham Hotspur adalah ketidakstabilan di kursi pelatih. Sepanjang musim lalu, Spurs berganti nakhoda hingga tiga kali.

Thomas Frank mengawali musim sebagai pelatih kepala. Namun hasil yang tidak memuaskan membuat manajemen mengambil keputusan untuk melakukan perubahan. Igor Tudor kemudian dipercaya menangani tim, tetapi masa kerjanya hanya berlangsung sekitar satu bulan sebelum kembali terjadi pergantian.

Di tengah situasi yang tidak menentu tersebut, Roberto De Zerbi datang membawa pendekatan berbeda. Pelatih asal Italia itu berhasil mengembalikan stabilitas permainan dan menghindarkan Tottenham dari degradasi pada akhir musim.

Meski hasil akhirnya belum sepenuhnya memuaskan, De Zerbi dinilai berhasil membangun fondasi yang lebih jelas dibandingkan pendahulunya. Filosofi permainan yang mengutamakan penguasaan bola, pembangunan serangan dari belakang, serta organisasi permainan yang rapi mulai terlihat dalam performa Tottenham pada penghujung musim. Kini, tantangan terbesar bukan hanya berada di tangan sang pelatih, tetapi juga bagaimana klub memberikan dukungan penuh agar proyek jangka panjang tersebut dapat berkembang.

 

Bursa Transfer yang Menunjukkan Keseriusan Klub

Memasuki jendela transfer musim panas, Tottenham Hotspur bergerak cepat melakukan pembenahan skuad. Beberapa pemain dilepas sebagai bagian dari restrukturisasi tim.

Randal Kolo Muani dan Yves Bissouma meninggalkan klub, sementara Radu Dragusin dipinjamkan ke Fiorentina. Luka Vuskovic dan Will Lankshear juga dilepas demi memberikan ruang bagi wajah-wajah baru yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan tim.

Di sisi lain, Tottenham Hotspur berhasil mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman maupun talenta berkualitas. Andy Robertson, Marcos Senesi, dan Martin Dubravka direkrut secara bebas transfer sehingga memberikan keuntungan dari sisi finansial.

Investasi besar kemudian dilakukan untuk memboyong Sandro Tonali, Mateus Fernandes, serta Jan Paul van Hecke. Ketiga pemain tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung baru dalam proyek De Zerbi.

Tonali dikenal sebagai gelandang yang mampu mengatur tempo permainan sekaligus memiliki kemampuan bertahan yang solid. Mateus Fernandes menawarkan kreativitas dan mobilitas tinggi di lini tengah, sedangkan Van Hecke memperkuat sektor pertahanan yang menjadi salah satu titik lemah Tottenham sepanjang musim lalu. Pergerakan aktif di bursa transfer ini menunjukkan bahwa manajemen mulai memahami kebutuhan tim dan siap memberikan dukungan maksimal kepada pelatih.

 

Awal Positif dalam Laga Pramusim

Perubahan Tottenham Hotspur mulai terlihat sejak pertandingan persahabatan pertama menghadapi MK Dons. Meski hanya menang dengan skor 1-0, permainan Spurs memperlihatkan sejumlah perkembangan yang menjanjikan.

Mateus Fernandes langsung mencuri perhatian dalam debutnya. Berduet bersama Sandro Tonali sebagai gelandang bertahan, Fernandes mencetak gol kemenangan melalui tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti. Gol tersebut menjadi sinyal bahwa ia memiliki kualitas untuk menjadi motor permainan Tottenham.

Selain itu, Martin Dubravka juga tampil meyakinkan setelah masuk menggantikan Antonin Kinsky pada babak kedua. Penjaga gawang asal Slovakia tersebut melakukan beberapa penyelamatan penting yang menunjukkan pengalaman dan ketenangannya di bawah mistar. Walaupun pertandingan pramusim belum dapat dijadikan tolok ukur utama, penampilan para pemain baru memberikan harapan bahwa proses adaptasi berjalan lebih cepat dari perkiraan.

 

Lini Tengah Menjadi Kekuatan Baru Spurs

Musim lalu, salah satu kelemahan terbesar Tottenham Hotspur berada di sektor tengah. Minimnya kreativitas membuat lini depan kesulitan mendapatkan suplai bola berkualitas, sementara pertahanan sering kehilangan perlindungan ketika menghadapi serangan balik lawan.

Kedatangan Tonali dan Fernandes berpotensi mengubah situasi tersebut secara signifikan. Kombinasi keduanya menawarkan keseimbangan antara kemampuan bertahan, distribusi bola, serta kreativitas dalam membangun serangan. Jika keduanya mampu menjaga konsistensi sepanjang musim, Tottenham akan memiliki fondasi permainan yang jauh lebih kuat dibandingkan musim sebelumnya.

 

Produktivitas Lini Depan Masih Menjadi Tantangan

Selain memperbaiki keseimbangan permainan, Tottenham juga harus meningkatkan produktivitas mencetak gol. Musim lalu mereka hanya menghasilkan 48 gol di Premier League, sebuah catatan yang tergolong rendah bagi klub dengan kualitas pemain menyerang yang dimiliki. Di sisi lain, pertahanan mereka juga kebobolan 57 kali sehingga menghasilkan selisih gol negatif.

Richarlison menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan torehan 11 gol serta empat assist. Setelahnya terdapat Joao Palhinha yang menyumbang lima gol, sedangkan Micky van de Ven, Mathys Tel, dan Cristian Romero masing-masing mencetak empat gol.

Dalam urusan assist, Xavi Simons dan Mohammed Kudus sama-sama mencatat lima assist. Sayangnya, kedua pemain tersebut harus bergelut dengan cedera sehingga kontribusinya belum maksimal. Simons bahkan masih menjalani pemulihan akibat cedera ligamen lutut yang cukup serius. Tottenham juga berharap Dominic Solanke mampu bangkit setelah musim lalu hanya mencetak tiga gol dari 15 penampilan akibat berbagai masalah kebugaran.

 

Pertahanan dan Posisi Kiper Masih Menjadi Perhatian

Di sektor belakang, hadirnya Jan Paul van Hecke memberikan kedalaman skuad yang lebih baik. Ia akan bersaing bersama Cristian Romero, Kevin Danso, dan Micky van de Ven untuk mengisi posisi bek tengah.

Sementara itu, posisi penjaga gawang masih menyisakan tanda tanya. Guglielmo Vicario disebut masuk radar Juventus sehingga membuka kemungkinan hengkang sebelum kompetisi dimulai. Apabila transfer tersebut benar-benar terjadi, maka Antonin Kinsky dan Martin Dubravka akan bersaing memperebutkan status sebagai kiper utama Tottenham. Pengalaman Dubravka bisa menjadi keuntungan, tetapi Kinsky juga memiliki potensi besar sebagai penjaga gawang masa depan klub. Keputusan mengenai posisi ini diperkirakan menjadi salah satu fokus De Zerbi selama sisa pramusim.

   

●●●

Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan

Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan

Ikuti kami di Facebook, X, Instagram dan Youtube

Chat Langsung